Tampilkan postingan dengan label MK JEMBATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MK JEMBATAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Juli 2018

VOSB

Peraturan 1. VOSB (Voorschriften voor het Ontwerprn van Stalen Bruggen), 1963 : Peraturan-Peraturan untuk Merencanakan Jembatan Konstruksi Baja). 2. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 52 Tahun 2000 tentang Jalur Kereta Api. 3. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM 53 Tahun 2000 tentang Perpotongan dan/atau Persinggungan antara Jalur Kereta Api dengan Bangunan Lain. 4/14/2015 2 Peraturan 4. PJKA,1986 : PD 10 Perencanaan Konstruksi Jalan Rel. 5. Ditjen. Perkeretaapian, 2006 : Regulasi - Standar Teknis Kereta Api Indonesia untuk Struktur Jembatan Baja. 6. Ditjen. Perkeretaapian, 2006 : Lampiran - Standar Teknis Kereta Api Indonesia untuk Struktur Jembatan Baja.

BMS DAN PPJR

PerbandingaPeraturaPembebanan Jembatan antaraBMS(1992) dan PPJR (1987)
Perbedaan antara kedua peraturan tersebut adalah pada konsep perancanganna. PPJJR1987 menggunakan konsep tegangan kerja, sedangkan pada BMS 199 menggunakan Pr!ns!p beban batas.
Bridge Management System (BMS ’92)
Peraturan
 perencanaan
 jembatan B!na Marga "BMS #9$
merupakan pegangan
dalam
 perencanaan
 jembatan d! %ndones!a. Peraturan !n!
member!kan
saran
 perencanaan
 jembatan &ang dapat menjam!n t!ngkat keamaan, kegooaan dan
t!ngkat penghematan
&ang mas!b dapat d!ter!ma dalam
 perencanaan
struktur jembatan ataudengan kata
la!n
merupakan standar m!n!mum &ang menjam!n
keamanan,
kegunaandan
 penghematan
dalam
 perencanaan
 jembatan "&ang mas!h dapat
d!ter!ma$.
'onsep desa!n pada struktur jembatan
menggunakan anal!s!s
 batas (a&an
&a!tu
Ultimate
 Limit
States(ULS).
 
)ks!*aks! &ang dapat
men&ebabkan
suatu jembatan
menjad!
t!daamanmerupakaaks!*aks! batas
(ultimate actions)
dan respon jembatan
&ang d!sebabkann&a
merupakan keadaabatas puncak
(Ultimate
 Limit
State ,
 
+(S
$.
'eadaan batas puncak
adalah
a.'eh!langan
kese!mbangan
stat!s ak!bat
 sliding, overturning
atau
terangkat ba!k
sebag!an maupun keseluruhan
 jembatan.
 b.'erusakan bag!an jembatan ak!bat -at!k dan atau
 fwrosi
&ang
men&ebabkan
keruntuhan dapat
terjad!.
c.'eadaapuma elast!s atau tekuk d!mana
keruntuhan
dapat terjad! pada satu
atau
leb!h bag!an
 jembatan.
d.'eruntuhan -ondas! &ang
men&ebabkan pergerakan
&ang
 bedeb!han,atau
keruntuhan
 bag!an*bag!an
 pent!ng
 jembatan.
)ks! ult!mate
d!d!-!n!s!kan, adan&a
kemungk!nan
/ keadaan untuk
d!lampau!
se0ama umurrencana
 jembatan.
 
menurut BMS*199, Pr!ns!p*Pr!ns!p Perancangan Jembatan antara la!n mel!put! 
'ehandalan kekuatan elemen struktur dan stab!l!tas s!stem struktur 
'ela&anan structural
'eaetan
'emudahan pelaksanaan
2konom!s
)estet!s
Peraturan PEMBEBANAN Jembatan Jaan Raya (PPJJR ’87)
PPJJR 1987 pada dasarn&a menggunakan konsep 3egangan 'erja &ang ada pada pembebanann&a
. 4alam
 perencanaan pembebanan jembatan d!perlukan
da&ala&an &ang
cukup. Seh!ngga
dalaha!n!
d!perlukan peraturan
&anakan
memenuh! pembebanan pada umumn&a. Sebelum melakukan anal!s!s perh!tunganstruktur jembatan, seorang
 perencana
 perlu
mencermat! beban*beban
&ang akan
 bekerja
&ang
d!sesua!kadengan peraturan
&ang
 berlaku. 4!set!ap
negara
kemungk!naperaturan khusus untuk pembebanan jembatan
akan
 berbeda
antara
negara
&ang satu
dengan
&ang
la!nn&a.
Peraturan pembebanan
 jalan ra&a d!
%ndones!a d!kemas
dalam
#Peraturan Pembebanan
 
Jembatan
Jalan Ra&3ahun
l987"PPJJR
1987$ atau B!na
Marga. Ber!kut
!n!
adalah
 peraturan pembebanan
&ang
d!pergunakan
dalam
menganal!s!s sruktur
 jembatan,
1.Beban Pr!mea.BebaMat! b.Beban h!dupc.Beban kejutd.5a&a ak!bat tekanan tanan.Beban sekundea.Beban ang!na b.5a&a ak!bat perbedaan suhuc.5a&a ak!bat rangkat susut
 
d.5a&a rem dan traks!e.5a&a ak!bat gempa bum!-.5a&a gesekan pada tumpuan*tumpuan bergerak 6.Bebakhususa.5a&a sentr!-ugal b.5a&a tumbukan pada jembatan la&!ngc.5a&a dan beban selama pelaksaand.5a&a al!ran dan tumbukan benda*benda han&utan